Laman

Kamis, 24 Januari 2013

Apa Itu Enzim?

Apa Itu Enzim - Enzim merupakan senyawa organik yang berfungsi sebagai katalis. Artinya, enzim dapat mempercepat berlangsungnya suatu reaksi kimia tetapi enzim itu sendiri tidak ikut berubah. Hal demikian dapat dilakukan enzim dengan cara menurunkan energi aktivasi. Energi aktitivasi adalah energi awal yang diperlukan untuk memulai reaksi kimia.

http://www.apaitudancara.com/2013/01/apa-itu-enzim.html
Enzim dapat mempercepat reaksi karena enzim dapat menurunkan energi aktivasi

1. Struktur Enzim

Enzim secara keseluruhannya disebut haloenzim. Enzim tersusun dari dua komponen utama, yaitu komponen protein dan komponen nonprotein. 

Komponen protein (apoenzim) pada enzim sangat menentukan kerja enzim. Hal demikian dimungkinkan karena apoenzim merupakan tempat melekatnya substrat dan sekaligus tempat mereaksikan substrat. Bagian enzim tempat melekatnya substrat disebut sisi aktif enzim. Substrat merupakan bahan atau molekul yang dikatalis oleh sutau enzim. Substrat dapat berupa karbohidrat, protein, dan lemak

Komponen nonprotein (gugus prostetik) pada enzim mempunyai sifat stabil pada suhu yang relatif tinggi dan tidak berubah pada akhir reaksi. Gugus prostetik ini dibedakan menjadi gugus kofaktor dan koenzim. Gugus kofaktor tersusun dari zat anorganik yang umumnya berupa logam, musalnya Cu, Fe, Mn, Zn, Ca, K, dan Co. Gugus koenzim tersusun dari senyawa organik nonprotein yang tidak melekat erat pada bagian protein enzim. Contohnya, NAD, NADP, dan koenzim A. 

2. Sifat Enzim

Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2.000 jenis enzim. Secara umum, enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. 
  • Merupakan protein. Bahan penyusun utama enzim adalah protein
  • Mudah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Faktor lingkungan, antara lain suhu, pH, dan inhibitor.
  • Sebagai katalisator. Dalam hal ini enzim berfungsi mempercepat reaksi kimia, tetapi tidak ikut berubah setelah proses reaksi selesai.
  • Bekerja secara spesifik. Enzim hanya berperan membantu satu macam substrat dan tidak dapat bekerja untuk bermacam-macam substrat. Hal yang demikian dikenal dengan istilah satu enzim satu substrat.
  • Bekerja secara bolak-balik. Artinya, enzim tidak menentukan arah reaksi, tetapi hanya bekerja mempercepat laju reaksi sampai mencapai keseimbangan. Enzim dapat berfungsi dalam reaksi penyusunan zat maupun penguraian zat.
  • Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Artinya, sedikit enzim dapat mengkatalis suatu reaksi kimia.

3. Mekanisme Kerja Enzim


Reaksi enzimatis akan berlangsung apabila substrat tersedia dan bagian sisi aktif enzim dalam keadaan kosong. Pada kondisi yang demikian substrat akan memasuki bagian sisi aktif enzim. Bagia sisi aktif enzim akan mengalami perubahan bentuk dengan mengelilingi substrat kemudia membentuk ikatan lemah berupa kompleks enzim-substrat. Di dalam sisi aktif, substrat akan diubah menjadi suatu bentuk akhir, yang dikenal sebagai produk. Selanjutnya, produk tersebut dilepas dari ikatan enzim dan enzim itu sendiri kembali bebas untuk berikatan dengan substrat yang lain.


http://www.apaitudancara.com/2013/01/apa-itu-enzim.html
(1) Enzim memasuki sisi aktif (2) enzim membentuk kompleks enzim substrat (3) produk meninggalkan enzim


Ada dua hipotesis yang menjelaskan tentang mekanisme kerja enzim yaitu sebagai berikut.

  1. Hipotesis gembok dan anak kunci (lock and key). Menurut hipotesis ini, bagian sisi aktif enzim mempunyai bentuk spesifik dan tidak fleksibel. Suatu enzim hanya dapat ditempati oleh substrat tertentu saja. Hipotesis ini dikemukakan oleh Emil Fishcher.
  2. Hipotesis kecocokan yang terinduksi (induced fit). Menurut hipotesis ini, bagian sisi aktif enzim bersifat fleksibel terhadap substrat yang masuk. Apabila ada sustrat yang masuk ke bagian sisi aktif, maka bagian ini akan mengalami perubahan bentuk mengikuti bentuk substrat.

4. Faktor-faktor yang memengaruhi Aktivitas Enzim


Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kecepatan reaksi enzim adalah sebagai berikut.

a. Suhu


Peningkatan suhu menyebabkan molekul bergerak cepat. Pada kondisi yang demikian suatu reaksi dapat berlangsung cepat atau tidak berjalan sama sekali (berhenti). Hal demikian dimungkinkan karena setiap enzim memiliki suhu optimum tertentu sehingga dapat melangsungkan reaksi secara maksimal. Suhu yang terlalu tinggi atau melampaui batas optimum akan menyebabkan enzim mengalami denaurasi. Denaturasi adalah perubahan struktur kimiawi enzim yang mengakibatkan enzim tersebut rusak dan tidak dapat melakukan fungsinya.

b. pH (Derajat Keasaman)

Pada umunya, pH optimum enzim berkisar antara 6-8. Namun, beberapa pengecualian dapat terjadi. Contohnya, pada lambung manusia, pepsin akan bekerja optimum pada pH 2. Perubahan pH yang cukup tajam juga dapat menyebabkan enzim mengalami denaturasi.

c. Inhibitor

Inhibitor merupakan senyawa kimia yang bersifat menghambat kerja enzim. Ada dua jenis inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif.

Inhibitor kompetitif merupakan senyawa kimia yang menyerupai substrat yang dapat bereaksi dengan sisi aktif enzim. Jika sisi aktif enzim sudah terisi oleh inhibitator kompetitif, maka substrat tidak dapat berikatan dengan enzim.

Inhibitor nonkompetitif merupakan senyawa mimia yang menghambat kerja enzim dengan cara melekat pada bagian selain sisi aktif, yang disebut sisi alosterik. Akibatnya, bagian sisi aktif enzim sulit berikatan dengan substrat dan enzim tidak dapat mengubah substrat menjadi produk.




d. Konsentrasi Substrat

Jumlah substrat yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan kerja enzim. Untuk mengatasi hal demikian biasanya sel akan menambah jumlah enzim dengan cara menyintesis enzim.



5. Pengelompokan Enzim


Berdasarkan tempat kerjanya, enzim dapat dibedakan menjadi dua, yaitu endoenzim (enzim yang bekerja di dalam sel/enzim intraselular) dan eksoenzim (enzim yang bekerja di luar sel/ekstraselular). Sementara itu, berdasarkan cara kerjanya, enzim dikelompokkan menjadi enam, yaitu sebagai berikut.
  1. Oksidoreduktase, berfungsi untuk mengatalisasi reaksi oksidasi atau reduksi dari satu unsur. Contohnya, enzim dehidronase dan oksidase.
  2. Transferase, berfungsi untuk membantu memindahkan suatu unsur ke unsur lain. Contohnya, enzim transaminase dan kinase.
  3. Hidrolase, berfungsi membantu pembentukan produk dengan bantuan air (hidrolisis). Contohnya, enzim lipase, amilase, dan peptidase.
  4. Liase, berfungsi memindahkan atau menambahkan ikatan C-C, C-N, C-O, atau C-S dari substrat tanpa melalui peristiwa hidolisis. Contohnya, enzim piruvat dekarboksilase dan oksalat dekarboksilase.
  5. Isomerase, berfungsi dalam membantu menyusun kembali suatu molekul karena adanya isomerasi dalam molekul. Contohnya, enzim isomerase dan mutase.
  6. Ligase, berfungsi membantu menggabungkan dua molekul melalui penyusunan ikatan C-O, C-S, C-N atau C-C baru dengan pemecahan ATP. Contohnya enzim sintetase.


Baca Juga Artikel Menarik di Bawah Ini

0 komentar:

Poskan Komentar